Cara Menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital

by - April 14, 2018



Pada zaman sekarang ini, siapa sih yang tidak pernah menggunakan internet??? Dari anak - anak hingga orang tua, semua pasti pernah menggunakannya. Dimulai dari sebagai sarana untuk mencari hiburan, membantu kegiatan belajar mengajar, bekerja, hingga berbelanja, saat ini semua dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Bersama dengan adanya kemajuan teknologi serta kebutuhan manusia akan penggunaan internet yang meningkat, terciptalah jaringan WiFi (internet tanpa kabel) yang saat ini dapat kita temukan hampir di setiap tempat. Bahkan ada beberapa perusahaan yang mengeluarkan modem kecil untuk WiFi, yang dapat kita bawa kemana pun kita berada. Tentu saja hal tersebut sangat menguntungkan bagi segelintir orang yang pekerjaan sehari - harinya tidak lepas dari internet. Keadaan seperti inilah yang dimaksud dengan era digital, suatu masa dimana semua orang mulai memanfaat kecanggihan dari teknologi untuk memenuhi kebutuhannya sehari - hari.

Sebenarnya, penggunaan internet dalam kehidupan sehari - hari pada era digital ini tidaklah buruk. Justru dengan adanya jaringan internet dimana - mana, hal tersebut dapat membantu meringankan pekerjaan kita. Salah satu contohnya seperti di lingkungan sekolah. Jika sebelumnya sebuah informasi perlu diberitakan melalui surat yang dicetak dan diedarkan kepada ratusan bahkan ribuan siswa, sekarang sekolah tidak perlu lagi melakukan hal itu. Informasi tersebut dapat dikirimkan melalui surel (surat elektronik), yang dapat dikirim sekaligus melalui sistem ke seluruh siswa. Selain meringankan pekerjaan, tentu saja hal tersebut dapat mengurangi beban pada bagian percetakan.

Dari sekian banyak bidang yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini, ada satu bidang yang sangat menonjol. Bahkan bisa dibilang hampir seluruh golongan masyarakat juga ikut menikmati penggunaannya. Bidang tersebut biasa disebut e-commerce atau perdagangan elektronik. E-commerce adalah sistem perdagangan yang menggunakan jaringan internet sebagai sarana komunikasi antara produsen, distributor, serta konsumen. Dengan adanya sistem perdagangan ini, kegiatan jual beli pun menjadi sangatlah mudah. Bagaimana tidak?? Dimulai dari komunikasi sampai transaksi, semua dapat dilakukan secara online. Sehingga konsumen tidak perlu lagi membuang - buang waktu untuk mengunjungi satu toko ke toko lainnya hanya untuk mencari dan membeli suatu barang. Hanya dengan menggunakan jaringan internet dan gadget yang mendukung, anda dapat mencari serta membelinya darimana pun anda berada. Mudah, cepat, dan tentu saja sangat praktis apalagi bagi anda yang sehari - hari sangat sibuk.

Namun ada beberapa oknum yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan penipuan. Mereka berpikir hal ini sangat mudah dilakukan karena penjual dan pembeli (konsumen) tidak melakukan "tatap muka" secara  langsung sehingga identitasnya tidak dapat dikenali. Apalagi proses kegiatan jual beli dengan sistem e-commerce ini hanya mengandalkan kepercayaan. Ada macam - macam bentuk dari tindakan penipuan ini, mulai dari tidak mengirim barang setelah dana dikirim, menjual barang palsu, bahkan sampai menjual produk pangan yang sudah melewati batas tanggal kadaluwarsa. Pada saat hal ini terjadi, penjual yang kerap dihubungi oleh pembeli tidak mau bertanggung jawab dan "menghilang" begitu saja. Memang sih sekarang sudah ada sistem blokir untuk akun bank yang digunakan oleh "penipu". Tapi hal tersebut membutuhkan proses yang lumayan lama, dan tentu saja akan merepotkan konsumen. Niatnya ingin belanja mudah melalui online, malah jadi ribet.

Oleh sebab itu, dalam rangka memperingati Harkonas (Hari Konsumen Nasional) yang berada pada tanggal 20 April, saya akan membagi - bagikan tips kepada anda, mengenai bagaimana cara menjadi konsumen cerdas pada era digital ini. Tips ini saya berikan untuk meminimalisir tindak "kejahatan" yang kerap terjadi pada kegiatan jual beli online, sehingga anda dapat berbelanja dengan nyaman.

1. Cari harga termurah
Sebagai pembeli tentunya kita ingin mendapatkan suatu barang dengan harga yang semurah - murahnya. Meskipun kita merasa harga tersebut sudah lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, tidak ada salahnya kita coba mencari lagi produk tersebut di online shop lainnya. Siapa tahu ada yang menjual barang tersebut dengan kondisi yang sama, dan harga yang lebih murah. Caranya juga mudah kok. Apalagi jika anda berbelanja di market place terkemuka. Biasanya ada fitur untuk mengurutkan produk yang ditampilkan. Pilih saja untuk mengurutkannya dari harga yang terendah.

2. Cek deskripsi produk
Jika anda sudah menemukan produk yang anda inginkan dengan harga paling murah, jangan langsung melakukan pemesanan. Meskipun gambar yang ditampilkan sama, tapi bisa saja ada perbedaan di antara barang tersebut. Contohnya, kondisi barang yang dijual adalah bekas, atau sudah hampir kadaluwarsa. Jadi sebelum memesan, biasakan untuk membaca sekali lagi deskripsi produknya secara detail.

3. Baca review (ulasan) dan testimonial
Sudah yakin anda menemukan produk yang diinginkan dengan harga yang terjangkau??? Sekarang waktunya mengecek apakah online shop ini dapat dipercaya. Jika anda berbelanja di market place, tentunya anda bisa lebih mempercayai penjual karena proses jual beli tersebut sudah ada sistemnya. Dengan adanya sistem tersebut, penjual tidak dapat menerima dana lalu "melarikan diri". Penjual hanya dapat menerima dana setelah konsumen melakukan konfirmasi penerimaan barang, dan barang tersebut tiba sesuai dengan kondisi yang disepakati sebelumnya. Tapi bagaimana jika anda berbelanja pada online shop "pribadi" seperti di facebook / instagram???? Bacalah testimonial serta ulasan mengenai online shop tersebut. Kalau perlu, cek juga kolom komentar yang ada pada akunnya. Dari situ anda bisa mengetahui apakah online shop tersebut dapat dipercaya. Jika anda tidak yakin, lebih baik anda membeli produk tersebut dari online shop lainnya. Lebih baik bayar mahal sedikit dari pada kena tipu kan????

4. Tanyakan secara detail mengenai kondisi produk kepada penjual
Tahap ini penting sekali untuk dilakukan apalagi jika anda memesan produk pada market place. Tidak jarang pada sebuah market place terdapat akun - akun yang sudah tidak aktif. Atau mungkin juga akun tersebut masih aktif, tapi tidak mengupdate produk yang dijualnya. Sehingga ada suatu kondisi dimana produk tersebut telah habis, namun masih ditampilkan pada halaman market place dengan status tersedia. Jika hal ini terjadi dan anda sudah terlanjur melakukan proses pembayaran, penjual akan melakukan penolakan terhadap pemesanan ini. Memang sih dana anda akan dikembalikan oleh pihak market place. Namun proses pengembalian dana ini membutuhkan waktu beberapa hari kerja. Bahkan ada beberapa market place mengembalikan dananya dalam bentuk eVoucher yang tidak dapat diuangkan dan hanya dapat digunakan untuk berbelanja produk lainnya disana. Tentunya ini sangat merugikan anda. Apalagi jika anda sedang buru - buru ingin menggunakan barang tersebut. Jadi, tidak ada salahnya menyempatkan sedikit waktu untuk menanyakan kondisi produk kepada penjual dimulai dari ketersediaannya, hingga memastikan produk tersebut dijual dalam kondisi yang baik, dan sesuai dengan yang kita inginkan.

5. Gunakan metode pembayaran yang aman
Tahap terakhir dalam berbelanja online adalah proses pembayaran. Dalam tahap ini kita harus sangat ekstra hati - hati. Ada beberapa metode pembayaran yang dapat digunakan pada saat berbelanja online.

- Kartu Kredit
Saya sendiri tidak menyarankan untuk menggunakan kartu kredit dalam berbelanja online. Karena pada era digital ini, semakin banyak oknum yang dapat melakukan tindakan cyber crime. Dengan kecanggihan teknologi yang ada, mereka dapat dengan mudahnya membobol password akun kita, dan menggunakan data kartu kredit yang ada untuk berbelanja. Jika ini terjadi, baik pihak kartu kredit maupun penjual tidak ada yang dapat bertanggung jawab, sehingga anda harus membayar biaya yang digunakan oleh si "pencuri" tersebut. Namun jika anda tetap ingin menggunakan kartu kredit, pastikan terdapat simbol gembok pada bagian kiri atas halaman saat anda memasukkan "data" kartu kredit. Simbol tersebut merupakan tanda bahwa halaman tersebut sudah terlindungi. Selain itu pastikan juga anda menggunakan kata sandi yang tidak mudah untuk di hacked oleh orang lain.

- Transfer Dana
Metode lain yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran adalah dengan transfer. Metode ini adalah yang paling sering saya lakukan karena lebih aman dibandingkan dengan menggunakan kartu kredit. Namun tetap saja kita harus berhati - hati. Jika anda telah menerima nomor rekening, pastikan sekali lagi dengan menanyakan langsung melalui kontak resmi online shop tersebut. Terkadang tanpa kita sadari, ada oknum yang menyamar sebagai staff dari online shop tersebut, yang nantinya memberikan nomor rekening palsu.

- Transfer ke Virtual Account
Metode ini merupakan metode paling aman. Karena dana yang anda transfer hanya akan masuk ke nomor virtual account tersebut, dan langsung diterima oleh pihak penjual. Namun sayang, sistem pembayaran ini hanya dapat digunakan saat anda berbelanja pada market place, dan tidak dapat digunakan saat berbelanja di online shop biasa.

Saya sendiri termasuk seseorang yang gemar berbelanja online. Menurut saya, berbelanja online sangatlah mudah dan praktis. Selain itu, harga yang ditawarkan oleh online shop juga terjangkau dibandingkan dengan produk yang dijual di toko. Tentu saja, menjual barang melalui online tidak memerlukan biaya operasional seperti sewa tempat, listrik, dll. Mengenai tips yang saya berikan di atas, semua itu saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini. Jujur saja, dengan menggunakan tips diatas, selama ini saya dapat berbelanja online dengan nyaman, dan tidak pernah terkena penipuan. Yuk, gunakan tips diatas dalam berbelanja online, supaya anda dapat menjadi konsumen cerdas di era digital ini.

Sebagai info tambahan, tahun ini puncak perayaan acara Harkonas akan diselenggarakan di Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 24 April 2018 dan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo. Untuk keterangan lebih lanjut, anda bisa mengecek di website resmi Harkonas, http://www.harkonas.id .

You May Also Like

0 comments